Tahun 2006,
November.
Aku menatap jalanan dari balkon lantai dua rumahku jetaan. Bersamaku ada soleh, irul, dan yumo. Di dalam tenda doom di belakang kami ada huda dan faruk sedang asik main game di laptop.
kami berenam memang suka nongkrong begini, di balkon yang memang terbuka seluas 6x10m kami biasa menghabiskan waktu malam dengan berdiskusi atau sekedar bengong sambil nge-game di bawah gemrlap bintang.
Meski kini semua telah tahu posisiku sebagai orang terkaya di Tulungagung namun tetap kebiasaan sikapku tak berubah. Aku tetap suka mengenakan kaos kasual dengan jins belel daripada berpakaian jas perlente. Dan aku tetap terbiasa membaur sebagai anak muda kebanyakan.
"boss, rencana travel ke Kanada minggu depan sudah fixed ya?" Yumo memecah keheningan di antara kami.
"iya-lah" Soleh yang menjawab. "kita udah persiapan loh, tapi tetap pake biaya sendiri sendiri ya.."
Aku tertawa kecil mengoleskan sedikit cethe ke batang surya yang kuhisap. Yumo ikutan melukis di batang rokoknya yang belum dia sulut
"Rencana berapa orang yang ikut serta boss?" irul bertanya
"boss imam, aku sekeluarga bersama ibu dan adik, huda, faruk, yumo and girl, sama kamu." lagi lagi soleh yang menjawab. "oh, dan tentu saja satu delegasi dari LandSourching dan AgroForest. Rencana kita akan seminggu di sana, berangkat pake garuda"
Aku memang ada jadwal meninjau propertiku di beberapa tempat di Kanada sekaligus menghadiri undangan dari pemerintah sana terkait LoI dan MoU yang ditawarkan untuk berinvestasi dalam pelestarian alam dan pengelolaan pariwisata.
Sebenarnya hal itu sudah cukup nanti diselesaikan oleh delegasi BenMapan, aku sekedar turut sebagai bentuk penghormatan secara politisnya saja.
"Sepertinya kita akan berangkat dalam satu rombongan besar" aku angkat bicara
"Sejak kemarin sampai tadi sore aku menerima konfirmasi dari member internal yang lain menyatakan positif ikut" aku menyambung sebatang surya dan membuang sisa sebelumnya yang telah habis.
"beserta orang tua, adik, pacar, dan camer mereka.."
"Bujubusyeett.." soleh ngakak, irul dan yumo membelalak tertawa juga "mau migrasi boss..?"
dari dalam huda terdengar menyahut " woey, apaan di luar?"
"selain kita, akan ada rohman cs, lukman cs, kakakmu kudori cs," aku melirik irul
"lalu erik-jombang cs, iwan-probolinggo cs, dan hanya dodi-codot yang nggak ikut karena pacarnya sedang mid-test."
Faruk keluar tenda diikuti huda yang langsung mencomot sebatang surya.
"diantara kita, hanya codot yang sering nggak ikut?"
Irul ikut menyulut sebatang surya "dodi nggak terlalu match sama lifestyle kita. Dia tuh cenderung teknikal-minded, anak bengkel.." ujarnya mengomentari dodi yang dalam komunitas BenMapan merupakan teknisi mekanik paling handal dalam men-setting kendaraan terutama motor, maklum basisnya memang dari bengkel servis motor dengan mewarisi bakat reparasi dari ayahnya. Kini Dodi telah membuka bengkel motor sendiri yang lokasinya hanya berjarak lima rumah sebelah timur tempat kita nongkrong saat ini.
"rencana kita kemana aja boss?" tanya yumo. "selain Big grand Cays?"
Agenda utama memang ke Big Grand Cays, kepulauan yang terdiri atas satu pulau utama dengan lima anak-pulau kecil di sekitarnya, yang baru kubeli sebulan yang lalu dengan dilampiri penawaran LoI dari pemerintah setempat sana.
"ada lima private island lagi yang akan kita sambangi, sambil mampir mampir ke tourism destinations secukup waktu." aku menyeruput kopiku.
"Aku sudah menghubungi sebuah travel agen di sana yang telah menyatakan siap memandu kita"
"wah, benar benar rombongan pariwisata nih ceritanya?" Faruk tertawa. Diantara semua, faruk dan irul adalah yang paling sering menyertai setiap perjalanan bisnisku sementara huda lebih sering menyertaiku dalam hiking.
"begitulah, jadi mulai besok kalian segera saja mengurus keperluan visa dan paspor, bisa melalui BenMapan International, siapa siapa yang akan kalian ajak. Aku sendiri akan bersama ibu, adik, soleh dengan istri dan putrinya, ojob-ku dengan ayah, ibu, adik dan neneknya.
Agen tarvel di sana telah menyiapkan tiga bis untuk 75 orang, jadi silakan berkoordinasi agar biaya yang kalian keluarkan nggak membengkak meski kalian memang mampu mengcover berapapun yang kalian ajak.." Aku memberikan briefing singkat mengenai rombongan diluar delegasi bisnis BenMapan.
"siap boss.."
*
nyatanya saat berangkat kami berjumlah 100 orang sehingga perlu 4 bis di sana.
But it's fine anyway, dengan pendapatan 850 juta perbulan, siapapun bisa mengajak siapapun sesuai keinginannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar