Tahun 2007,
mei.
Dian's side.
Di living room sebuah rumah kos, kawasan UMM malang, beberapa gadis belia tampak asyik ngerumpi
"Nek, bisa nggak nolong calon suami aku, nanyain lowongan pekerjaan ke calon suami kamu?" cetus rina, pada dian.
Dian adalah calon istriku sementara rina adalah teman seangkatan kuliahnya. Keduanya sama sama dalam tahap akhir pengerjaan skripsi.
Meski kebanyakan anak kuliah masih play-minded yang nggak ngeh pada siapa pacar dian dan menganggapnya sama saja sebagai cowok kebanyakan pacar mereka, yang memang hanya dian akui sebagai pemilik usaha konter seluler lokal, beberapa yang kritis langsung tahu baik melalui media informasi atau internet bahwa calon suami temannya ini adalah sang imamray pengusaha fenomenal indonesia.
Meski Dian sesuai pesanku mengelak mengakui siapa sebenarnya calon suaminya kecuali sebatas pemilik konter lokal, dian tak bisa berbohong saat ditunjukkan beberapa artikel internet yang mengulas mengenai "imamray, sosok trader fenomenal pengusaha muda indonesia" lengkap dengan foto - fotonya.
"aku nggak tau nek, ya coba nanti aku sampaikan. Atau nanti bisa kamu sampaikan sendiri, kan, dia dalam perjalanan ke sini jemput aku pulang"
Kebiasaan dian memang pulang tiap dua minggu sekali dan sejak jalan denganku dia selalu kuantar-jemput.
"enak ya, calon suami boss besar yang bisa setiap saat punya waktu, boss - boss lainnya aja nggak segitunya loh yang suibuk mengurusi perusahaan. Apalagi kita yang bukan boss.." celetuk santi yang asik membolak balik majalah kecantikan
"belum tentu-lah san, rata-rata wirausaha juga kan bisa mengatur waktu semaunya juga karena emang gak terikat sama jam kantor.." ujar dian diplomatis.
"iya, tapi juga mereka gak sekaya calonmu.." tukas kawannya yang lain
Dian tertawa kecil "kalo itu mah.." what can she say?
Saat itu, bel tamu berbunyi.
"nah, tuh, big boss datang.." semua tertawa renyah menggodai dian yang tersipu menuju ruang depan.
*
sisi aku.
*
Aku masuk ke ruang tamu yang disambut sendiri oleh dian, gadisku.
"sebentar tak ganti baju dulu" ujarnya setelah kami bersalaman. Berbeda dengan kawan kawannya yang terbiasa cipika cipiki cipining plus sedikit lipkiss, aku membiasakan calon istriku ini hanya berjabat tangan saja untuk jaga image jika di luar rumah.
Aku duduk di ruang tamu sementara dian masuk ke dalam. Tak berapa lama dian sudah keluar kembali lengkap dengan tas tangan diikuti dua orang kawannya.
Aku berjalan berdampingan dengan gadis yang tampak ceria di sampingku. Dian memiliki bangun tubuh yang cukup proporsional setinggi 160cm membentuk lekuk siluet yang menggairahkan terbungkus sempurna oleh busana muslimah yang modis hanya menampakkan wajah cantiknya yang terlindung jilbab hingga justru makin mempercantik ekspresinya. Pun kulit tangannya yang putih bersih dengan jemari lentik cukup mengiming-kan betapa mulus-sensualnya tubuh dibalik balutan kealimannya.
Gerak sikapnya saat membuka pintu bmw m3 sebelah kiri cukup anggun meski tetap tak menghilangkan keceriaan khas seorang gadis belia yang tak terjamah beban masalah.
Sedan dua pintu hitam mengilap ini mulai berjalan tanpa suara. Aku dan dian sempat melambai pada kawannay yang mengiring sampai ke pintu depan.
Saat mulai menapak jalan raya, gadisku ini mulai berceloteh mengenai skripsinya, mengenai kawan kawan kuliahnya, dan mengenai kehebohan teman kosnya saat akhirnya tahu bahwa calon suami kawannta itu adalah seorang konglomerat muda.
Aku, seperti biasa, lebih sering tersenyum saja menanggapi keceriwisannya sepanjang perjalanan.
imamray, novel tentang kehidupan bisnis dan khayalan. this blog is a brother site of http://impian-bebas.blogspot.com
the novel, page 1
Tahun 2006,
November.
Aku menatap jalanan dari balkon lantai dua rumahku jetaan. Bersamaku ada soleh, irul, dan yumo. Di dalam tenda doom di belakang kami ada huda dan faruk sedang asik main game di laptop.
kami berenam memang suka nongkrong begini, di balkon yang memang terbuka seluas 6x10m kami biasa menghabiskan waktu malam dengan berdiskusi atau sekedar bengong sambil nge-game di bawah gemrlap bintang.
Meski kini semua telah tahu posisiku sebagai orang terkaya di Tulungagung namun tetap kebiasaan sikapku tak berubah. Aku tetap suka mengenakan kaos kasual dengan jins belel daripada berpakaian jas perlente. Dan aku tetap terbiasa membaur sebagai anak muda kebanyakan.
November.
Aku menatap jalanan dari balkon lantai dua rumahku jetaan. Bersamaku ada soleh, irul, dan yumo. Di dalam tenda doom di belakang kami ada huda dan faruk sedang asik main game di laptop.
kami berenam memang suka nongkrong begini, di balkon yang memang terbuka seluas 6x10m kami biasa menghabiskan waktu malam dengan berdiskusi atau sekedar bengong sambil nge-game di bawah gemrlap bintang.
Meski kini semua telah tahu posisiku sebagai orang terkaya di Tulungagung namun tetap kebiasaan sikapku tak berubah. Aku tetap suka mengenakan kaos kasual dengan jins belel daripada berpakaian jas perlente. Dan aku tetap terbiasa membaur sebagai anak muda kebanyakan.
BenMapan International Ltd
Tahun 2006,
September.
" BenMapan International Ltd. "
Gedung perkantoran eksklusif 10 lantai yang menempati areal seluas 1 hektar di sebelah timur polsek Kauman resmi dibuka oleh Presiden satu bulan yang lalu. Seberang depan jalan arteri adalah perkampungan penduduk, seberang barat jalan adalah kantor polisi sektor Kauman, sementara sebelah timur adalah perumahan elite yang merupakan proyek pertama dari PT BenMapan LandSourching yang dibangun bersama dengan "perumahan rakyat" di sebelah selatannya.
Sebenarnya aku nggak perlu dan nggak butuh seremonial peresmian segala, namun karena merupakan lobi politis apalagi setingkat kepresidenan, karena dianggap sebagai potensi perekonomian nasional sebagai perusahaan berskala internasional milik asli putra daerah, aku tentu nggak bisa menolak.
BenMapan Trading Securities
Tahun 2003,
November.
Tahun ini aku mendirikan perusahaan trading online yang terdaftar resmi di bursa seluruh dunia mulai Bursa Efek Indonesia sebagai basis sampai Wall Street, Dow Jones, hingga Nasdaq.
Menempati alamat seluas 1 hektar yang asri, "BenMapan Trading Securities" merupakan metamorfosis yang sempurna dari BenMapan Community yang didirikan para pengikutku di Marketiva.
Menggerakkan omset trading sebesar 150 juta US$ dan terus berkembang, aku bisa leluasa menangguk untung sehingga mampu memberikan bagi profit sebesar 100 ribu US$ perbulan untuk 10 orang member premium dan 50 ribu US$ perbulan untuk 50 member eksklusif.
Penghasilanku sendiri? anggaplah sama dengan setiap masing masing individu, atau, 100K*10(+)50K*50 ketemu di 3,5 juta. Meski, sebenarnya perolehanku jauh diatas itu tanpa ada yang perlu tahu.
November.
Tahun ini aku mendirikan perusahaan trading online yang terdaftar resmi di bursa seluruh dunia mulai Bursa Efek Indonesia sebagai basis sampai Wall Street, Dow Jones, hingga Nasdaq.
Menempati alamat seluas 1 hektar yang asri, "BenMapan Trading Securities" merupakan metamorfosis yang sempurna dari BenMapan Community yang didirikan para pengikutku di Marketiva.
Menggerakkan omset trading sebesar 150 juta US$ dan terus berkembang, aku bisa leluasa menangguk untung sehingga mampu memberikan bagi profit sebesar 100 ribu US$ perbulan untuk 10 orang member premium dan 50 ribu US$ perbulan untuk 50 member eksklusif.
Penghasilanku sendiri? anggaplah sama dengan setiap masing masing individu, atau, 100K*10(+)50K*50 ketemu di 3,5 juta. Meski, sebenarnya perolehanku jauh diatas itu tanpa ada yang perlu tahu.
the novel, at the beginning
Tahun 2002,
november.
Sudah sejak beberapa waktu beberapa kerabat termasuk beberapa kawan menyatakan keinginan untuk "menjiplak" trading position yang kulakukan melihat sebetulnya mereka sudah kuajari baik secara otodidak maupun secara asistensi masih juga belum mampu menghasilkan profit yang signifikan bahkan secara akumulatif terus merugi. Aku memang pernah menawarkan suatu skema kemitraan, yang sudah terbukti menguntungkan bersama beberapa kawan kuliahku dulu dan tetap berjalan baik hingga sekarang, jika mereka merasa tidak mampu mengembangkan trading sendiri untuk menjadi "karyawan"ku saja.
Siang ini di rumah, ada sholeh suami adikku, irul, kudori kakak irul, dodi, dan yumo.
Aku memberikan salinan klausul Memorandum of Understanding yang sekaligus juga sebagai Letter of Intent kepada masing masing mereka.
november.
Sudah sejak beberapa waktu beberapa kerabat termasuk beberapa kawan menyatakan keinginan untuk "menjiplak" trading position yang kulakukan melihat sebetulnya mereka sudah kuajari baik secara otodidak maupun secara asistensi masih juga belum mampu menghasilkan profit yang signifikan bahkan secara akumulatif terus merugi. Aku memang pernah menawarkan suatu skema kemitraan, yang sudah terbukti menguntungkan bersama beberapa kawan kuliahku dulu dan tetap berjalan baik hingga sekarang, jika mereka merasa tidak mampu mengembangkan trading sendiri untuk menjadi "karyawan"ku saja.
Siang ini di rumah, ada sholeh suami adikku, irul, kudori kakak irul, dodi, dan yumo.
Aku memberikan salinan klausul Memorandum of Understanding yang sekaligus juga sebagai Letter of Intent kepada masing masing mereka.
Memorandum of Understanding
also condidered as
Letter of Intent
=
Nota Kesepahaman
ini sekaligus sebagai
Nota Kesepakatan
Langganan:
Komentar (Atom)